KING, film nasionalis terbaik Indonesia

film20971

Pemain :
Rangga Raditya, Lucky Martin, Surya Saputra, Mamiek Prakoso, Ariyo Wahab
Wulan Guritno, Argo “aa Jimmy”
Sutradara :
Ari Sihasale
Penulis :

Dirmawan Hatta

Produksi:

Alenia production

****************************

Rasanya udah lama sekali gw ga nonton film Indonesia. Dulu, sebelum tema setan menyetan ngetrend, filmr garapan Rudy Soejarwo dan Riri Riza selalu jadi pilihan. namun skarang, film Indonesia mulai melempem lagi dengan masuknya film bertema sama yg seakan hanya menjual artis dan bumbu sex untuk menarik penonton.

Maka, saat gw melihat adanya film baru mengupas tentang olahraga Indonesia (bulutangkis), mulailah timbul rasa tertarik untuk menonton. awalnya, gw dan ridho sempet bingung memilah antara Garuda di dadaku, king atau transformer. kebimbangan kami langsung hilang setelah membaca review ketiga film itu dari sumber terpercaya kami: KOMPAS.

Dan akhirnya kami pun menonton KING.

Perasaan pertama sebelum menonton adalah: tidak berekspektasi tinggi. wong namanya juga film Indonesia. namun, gw kaget..melihat film ini yang disuguhkan nyaris sempurna dari segala aspek. ck ck ck, benar2 film terbaik Indonesia yang bertema nasionalis sampai saat ini.

Jalan cerita KING:

Adalah Guntur, anak berumur 14 taun yang di besarkan oleh bapaknya. (Mamiek, berperan sebagai Tejo). Tejo, adalah seorang pengumpul bulu angsa yang nantinya akan digunakan untuk membuat kok. Tejo ini sangat mencintai bulu tangkis dan LIEM SWIE KING adalah idolanya.

Tejo melatih Guntur dengan berat. Gunturpun selalu berusaha untuk menang melawan Raino (Ariyo Wahab) – sang juara bulu tangkis di kampung itu agar tidak melulu di hukum oleh Tejo. Satu2 nya tujuan dari Guntur berlatih adalah mendapatkan piala, berisikan banyak duit di dalamnya menurut sahabat dari Guntur, Raden.

Berdua mereka berusaha dan saling mendukung satu sama lain dalam melatih Guntur mendapat piala tersebut. Perjuangan mereka pada akhirnya di lengkapi oleh datangnya Londo cilik yang bernama Michel.

Segi tokoh dan karakter:

Film ini banyak menampilkan tokoh. Masing2 tokoh berperan sesuai dengan porsinya tanpa melihat label apakah si penokoh adalah artis terkenal atau pendatang baru.

Yang paling membuat kami kaget adalah akting dari Mamiek, membuyarkan image pelawak yang selama ini dikenal di masyarakat. Mamik sangat menjiwai peran sebagai seorang Bapak yang keras dan lembut dalam waktu yang nyaris bersamaan. terlebih dengan mimik wajah dan ekspresi yang “hidup” sehingga kadangkala Mamiek tdk perlu berkata2 untuk menjelaskan perasaan Tejo.

Guntur, seorang pendatang baru yg aku tak tau siapa nama aslinya, hahahahahaha. aktingnya masih so-s0, tapi kehadiran Raden (yg gw juga ga tau nama aslinya, hahahaha) mampu mengimbangi dengan aktingnya yang bagus.

Masih banyak tokoh2 lain yang saling mendukung dan melengkapi satu dengan lainnya. yang paling gw suka adalah..walaupun latar di ambil dari suku Jawa, Alenia juga menampilkan suku2 lain dengan karakter yg sama kuat…menumbuhkan rasa keragaman Indonesia.

Segi Cinematography:

Nahhh..ini dia nih yang paling dashyat. gw ga heran film ini menghabiskan sampai 6 milyar dalam penggarapannnya, karena pemilihan lokasi tidak main – main. Alenia berhasil menghidupkan kekayaan dan keindahan alam dari Bondowoso dan Kawah Ijen. berulang kali kami berdecak kagum dengan kepintaran alenia menggunakan lokasi yang sedemikian natural menjadi sebuah aspek yang sangat mendukung untuk film ini.

Segi pengambilan gambar pun baguuusss. mereka menggunakan helicopter untuk mengambil angle2 dari atas dan beberapa angle lainnya seakan2 hanya memainkan kamera pada satu objek. Alenia juga sangat detail memperhatikan seluruh objek, contohnya adalah lalat di dalam gelas kopi Tejo. bener2 brilian. gila keren bangettt!!!

Segi lagu dan soundtrack:

ada beberapa lagu nasional yang di gunakan di film ini, seperti tanah air beta (instrumental) dan Indonesia Raya. kedua lagu ini dijamin akan membuat penonton merindinggggggg!!!!!!!

selain itu, soundtrack film ini digarap oleh Ipank. lagunya bagus juga..gw mau beli juga soundtracknya, hehehehehe.

Segi pesan:

Film ini sarat akan makna dan pesan, terutama pesan untuk orang tua dan anak. sangat jelas terucap dalam intrik dan dialog antara Tejo dan Guntur, juga ciri paguyuban dari sebuah kampung. persahabatan antara Guntur, Raden dan Michel sampai kepada persaingan Guntur dengn Ardi dalam mengalahkan ego diri sendiri. Dan pesan yg ga kalah penting dalam film ini adalah kecantikan Indonesia yang seringkali di acuhkan oleh rakyatnya sendiri.

Alenia berhasil mempertahankan idelisme mereka tanpa membuat penonton mengernyitkan dahi. film ini layak untuk menjadi film nasionalisme terbaik Indonesia tahun ini.

Happy watching guys! film ini bener2 bagus untuk siapa saja!

  1. hai ,
    aq juga baru nnton film king ini .
    yg pling mengharukan waktu bagian mas raino ngasie tau guntur kalo bpakny tau ap ajj yg dibutuhin guntur, tanpa perlu guntur kasie tau.
    kalo gak slah gnie kalimatny ,
    “bapakmu selalu tau …”
    saya langsung nngis denger kalimat ntu.
    hhe xp

      • luckycharmed
      • January 10th, 2010

      haii..

      iya..gw juga suka bagian itu..setuju ga klo mamik aktingnya kereeennn banget disini? best scene gw waktu mamik naik di bak belakang mobil untuk jual motor. ekspresinya dapet banget! dan gw merinding, nyaris nangis waktu lagu Indonesia Raya diputer..wuidiih..sangat sangat salut sama AleNia :) :)

  1. No trackbacks yet.

share your thought with me

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 135 other followers